Untitled Document
Jumat , 17 April 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
“Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
Senin, 23 Feb 2026 - Sumber: https://unair.ac.id/ - Terbaca 202 x - Baca: 17 Apr 2026
 
Jejak antibiotik di perairan sering kali tidak tampak, tetapi dampaknya nyata. Salah satu yang banyak disorot adalah tetrasiklin—antibiotik spektrum luas yang digunakan pada manusia maupun hewan—yang dapat bertahan di sistem akuatik dan berkontribusi pada risiko ekologis, termasuk mendorong munculnya resistensi antimikroba. Di sisi lain, teknologi pengolahan air limbah konvensional kerap belum efektif menghilangkan residu tetrasiklin secara tuntas, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih efisien sekaligus berkelanjutan.

Berangkat dari tantangan tersebut, riset yang baru terpublikasi di Sustainable Chemistry for Climate Action ini memperkenalkan adsorben “bio-hibrida magnetik” bernama MA-Fe3O4@E.coli. Material ini dirancang dari dua sumber utama yang menarik: biomassa rumput laut non-produktif (Sargassum filipendula) dan biomassa Escherichia coli yang diinaktivasi, lalu dipadukan dengan nanopartikel magnetit (Fe3O4). Tujuannya bukan sekadar meningkatkan kemampuan menangkap tetrasiklin, tetapi juga memudahkan pemisahan adsorben dari air menggunakan gaya magnet—sebuah keuntungan praktis untuk aplikasi pemurnian air.

Dari biomassa pesisir menjadi “adsorben magnetik”

Bahan dasar rumput laut Sargassum filipendula diambil dari kawasan pesisir Pasir Panjang, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Biomassa ini dibersihkan, dikeringkan, dan digiling (100 mesh), kemudian diaktivasi menggunakan larutan HCl 0,05 M agar permukaannya lebih siap menjadi “penyangga” bagi komponen magnetik.

Tahap berikutnya adalah “memagnetkan” biomassa tersebut dengan membentuk Fe3O4 melalui proses kopresipitasi garam Fe(II)/Fe(III), lalu mengatur pH hingga basa sehingga terbentuk endapan hitam magnetit yang dapat dipisahkan secara magnetik. Endapan kemudian dicuci dan dikeringkan, menghasilkan MA- Fe3O4.

Keunikan penelitian ini semakin kuat saat komponen biologis ditambahkan: biomassa E. coli tidak digunakan dalam keadaan hidup, melainkan dikeringkan dan diautoklaf untuk memastikan sel mati, sehingga fungsionalitas kimia permukaan (misalnya gugus amina, karboksilat, fosfat, hidroksil) dapat dimanfaatkan tanpa membawa risiko biologi dari mikroorganisme hidup. Biomassa E. coli kemudian diimobilisasi pada MA-Fe3O4 melalui proses refluks (65 °C, 60 menit) dengan variasi muatan (200, 300, 400 mg), menghasilkan komposit MA-Fe3O4@E.coli.

Bukti struktur: magnetitnya “tetap”, komponen biologisnya “menempel”

Keberhasilan perakitan komposit tidak hanya dinyatakan, tetapi diverifikasi lewat karakterisasi. Spektrum FTIR menunjukkan getaran Fe–O sekitar 570–580 cm-1 yang menegaskan struktur Fe3O4 tetap ada setelah proses imobilisasi, sementara penguatan pita amida (1650–1550 cm-1) mengindikasikan hadirnya biomolekul dari E. coli di permukaan. Pergeseran dan pelebaran pita O–H/N–H juga mengarah pada dominasi interaksi elektrostatik dan ikatan hidrogen sebagai mekanisme “penempelan” biomassa pada permukaan nanopartikel.

Dari sisi kristalinitas, XRD masih menampilkan puncak khas magnetit (Fe3O4). Pada muatan E. coli tertentu (terutama 300 ppm), puncak mengalami penurunan intensitas dan sedikit pelebaran yang ditafsirkan sebagai indikasi interaksi biomassa dengan permukaan Fe3O4 serta kemungkinan strain kisi ringan—tanpa merusak identitas fase magnetitnya.

Yang menarik, FESEM-EDX memperlihatkan keterlekatan bakteri yang relatif merata; pada kondisi 300 ppm E. coli terbentuk keterikatan yang paling stabil (disebut membentuk biofilm stabil) dan ini selaras dengan performa adsorpsi terbaiknya.

Kinerja penjerapan tetrasiklin: bukan hanya “menangkap”, tetapi juga “bisa dipakai ulang”

Dalam uji adsorpsi batch, komposit dengan muatan 300 ppm E. coli menunjukkan performa optimum. Pada konsentrasi awal tetrasiklin 25 mg/L dan dosis adsorben 0,6 g, tercatat kapasitas adsorpsi 32,0 mg/g dengan efisiensi 76,8%.

Optimasi parameter proses menunjukkan pola yang logis untuk sistem adsorpsi berbasis interaksi permukaan. Efisiensi cenderung menurun pada konsentrasi awal yang terlalu tinggi karena situs adsorpsi makin cepat “penuh”, sedangkan dosis adsorben optimum berada di 0,6 g—lebih tinggi dari itu justru dilaporkan dapat menurunkan efisiensi karena kejenuhan situs aktif dan fenomena terkait distribusi adsorbat-adsorben. Dari sisi pH, kondisi optimum berada pada pH 7, saat tetrasiklin masih cukup terprotonasi sehingga interaksi elektrostatik dengan permukaan bermuatan sesuai menjadi kuat; pada pH yang lebih tinggi, tetrasiklin makin terdeprotonasi dan afinitas elektrostatiknya melemah. Waktu kontak optimum dilaporkan sekitar 30 menit, setelah itu sistem memasuki kondisi mendekati setimbang. Temperatur optimum berada pada 328,15 K, sejalan dengan karakter proses yang terbantu pemanasan ringan.

Bagaimana tetrasiklin menempel?

Penjelasan mekanistiknya kuat karena menggabungkan sifat kimia tetrasiklin dengan permukaan komposit. Tetrasiklin memiliki gugus hidroksil, amina, dan karbonil. Pada permukaan MA-Fe3O4@E.coli, tersedia gugus-gugus fungsional dari biomassa (misalnya hidroksil/amina/karboksilat) yang memungkinkan pembentukan ikatan hidrogen dan tarik-menarik elektrostatik. Selain itu, gugus karbonil tetrasiklin dapat berkoordinasi dengan ion Fe2+/Fe3+ pada inti MA-Fe3O4, memperkuat ikatan melalui koordinasi logam-ligan. Kombinasi beberapa jalur interaksi inilah yang menjelaskan mengapa material bio-hibrida ini bisa bekerja efektif.

Model kinetika menunjukkan data paling sesuai dengan pseudo-second-order (R2 = 1,000), sementara isoterm paling sesuai dengan Langmuir (R2 = 0,997) dan memberikan kapasitas maksimum (qm) 2,51 mg/g, yang ditafsirkan sebagai dominasi pembentukan lapisan tunggal pada situs yang relatif homogen, dengan kontribusi interaksi fisik sebagai penguat.

Secara termodinamika, proses adsorpsi dilaporkan spontan (ΔG° negatif pada rentang 308,15–338,15 K) dan sedikit endotermik (ΔH° = +7,76 ± 3,43 kJ/mol), yang konsisten dengan temuan bahwa kenaikan temperatur dapat membantu meningkatkan kapasitas hingga titik tertentu.

Keunggulan besar lainnya adalah aspek regenerasi. Desorpsi tetrasiklin paling efektif dicapai dengan campuran metanol-air (1:1), menghasilkan efisiensi desorpsi 87,7%. Dalam uji pemakaian berulang hingga lima siklus, kapasitas adsorpsi menurun dari 2,85 mg/g (siklus pertama) menjadi 1,69 mg/g (siklus kelima), tetapi material masih mempertahankan lebih dari 59% kapasitas awalnya. Penulis menekankan bahwa performa ini menunjukkan stabilitas mekanik-kimia yang baik dan regenerasi dapat dilakukan tanpa perlakuan kimia yang “keras”, sehingga menjanjikan untuk pemurnian air sekaligus pemulihan antibiotik.

Mengapa temuan ini penting?

Riset ini memperlihatkan arah desain material yang semakin relevan: memadukan sumber biomassa terbarukan (rumput laut non-produktif) dengan pemisahan magnetik yang praktis, lalu “memperkaya” permukaan dengan komponen biologis yang memperbanyak gugus fungsional aktif. Dengan demikian, adsorben tidak hanya efektif, tetapi juga lebih mudah dioperasikan dan berpotensi lebih ramah lingkungan. Penulis bahkan menegaskan bahwa MA-Fe3O4@E.coli dapat menjadi alternatif berbiaya rendah dan lebih “benign” dibanding komposit berbasis kitosan-Fe3O4 untuk penghilangan antibiotik serta pemulihan adsorben secara magnetik dalam aplikasi pengolahan air limbah.

Pada akhirnya, inti pesan riset ini jelas: ketika limbah/biomassa pesisir dipadukan dengan rekayasa material berbasis magnet dan fungsionalisasi biologis, lahir material pemurni air yang tidak hanya “menangkap polutan”, tetapi juga realistis untuk dipisahkan dan digunakan ulang. Dalam konteks pencemaran antibiotik yang kian kompleks, pendekatan semacam ini menawarkan jalan yang menarik—mengubah sumber daya lokal menjadi teknologi yang menjawab isu global.
 
 
 
More Berita
 
1 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 63 x
2 . Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
  Selasa, 07 Apr 2026-https://www.suara.com/ - Terbaca 64 x
3 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 83 x
4 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 102 x
5 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 121 x
6 . PT Jaringan Sumber Daya Dorong Inovasi Rumput Laut Melalui Riset dan Kolaborasi
  Rabu, 25 Mar 2026-Irna Aswanti Ibrahim & Dian Maya Sari - Terbaca 93 x
7 . CV POSKO JASUDA Fasilitasi Pengiriman Sample Rumput Laut Kering ke Perancis
  Sabtu, 14 Mar 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 164 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 65 x
2 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 82 x
3 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 119 x
4 . Peneliti UNDIP Kembangkan Teknologi Inovasi Pengering Rumput Laut
  Rabu, 25 Mar 2026 - https://kemdiktisaintek.go.id/ - Terbaca 118 x
5 . Cara Membuat Karagenan Rumput Laut yang Praktis
  Senin, 09 Mar 2026 - https://jualmesinrumputlaut.wordpress.com/ - Terbaca 210 x
6 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 206 x
7 . Rumput Laut sebagai Detoksifikasi Kromium di Area Pesisir
  Kamis, 19 Feb 2026 - https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/ - Terbaca 231 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,638,710 Kali
Member JaSuDa 10,755 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin